7 Cara Mengelola Reseller Agar Loyal Dan Produktif

7 Cara Mengelola Reseller Agar Loyal Dan Produktif

Jika memiliki bisnis online, memiliki reseller menjadi hal yang harus kamu perhitungkan. Itu karena reseller cukup berpengaruh untuk kelangsungan bisnis kamu. Reseller dapat memberikan pemasukan yang cukup signifikan untuk bisnis kamu., bahkan tak jarang menyumbang pemasukan berkali-kali lipat dibandingkan berbisnis sendiri.

Reseller merupakan aset untuk bisnis kamu. Jika reseller hilang, maka hilanglah juga peluang untuk mengembangkan bisnis kamu. Maka dari itu, kamu harus dapat memiliki reseller yang berkualitas dan mampu mempertahankan mereka dengan mengelola sebaik mungkin. Bisa dibilang, “membangun” komunitas reseller untuk bisnis kamu sama saja dengan membangun komunitas bisnis produk kamu.

7 Cara Mengelola Reseller Agar Loyal dan Produktif

Setelah kita membahas bagaimana cara merekrut reseller yang berkualitas, kali ini kita akan membahas tips mengelola reseller pada bisnis online. Meskipun kita sudah memiliki reseller berkualitas, kita juga harus mengelola dan menjaga mereka agar betah berbisnis dengan kita.

Menjaga reseller sama pentingnya dengan menjaga pelanggan. Itu karena reseller merupakan pihak-pihak yang berhubungan langsung dengan konsumen. Reseller ini tahu betul bagaimana situasi pasar dan keinginan konsumen. Bagaimana mengelola reseller itu? inilah 7 cara mengelola reseller bisnis online kamu:

1. Buat Grup Reseller

Untuk mempermudah koordinasi dan diskusi bersama, buatlah sebuah grup yang berisi kamu dan reseller-reseller dari produkmu. Selain dapat bertukar pikiran, adanya grup reseller dapat menjadi tempat silaturahmi dan saling mengenal.

Kamu bisa memberikan arahan dalam satu waktu ke banyak reseller. Selain itu, kamu juga dapat mengakumulasi kritik dan saran yang disampaikan oleh reseller. Kamu bisa membuat grup di aplikasi pengiriman pesan WhatsApp atau telegram yang banyak dipakai oleh reseller.

2. Pelatihan Online Marketing Secara Berkala

Jika kamu memiliki kemampuan, baik finansial maupun ilmu yang memadai buatlah pelatihan online marketing secara berkala. Kamu bisa mengagendakan sebulan atau beberapa minggu sekali.

Kegiatan ini juga dapat kamu jadikan benefit ketika seseorang berminat menjadi reseller kamu. Selain menambah ilmu, mereka akan mempraktekkan ilmunya untuk menjual produk atau brandmu.

3. Ruang Konsultasi 7/24 Jam

Dalam berbisnis apalagi jika berhubungan langsung dengan pembeli, reseller pasti akan menemui masalah atau hambatan. Terkadang mereka membutuhkan bantuanmu selaku pemilik brand untuk memecahkan masalah dan mencari solusi atas masalah mereka.

Sediakan waktu untuk mendengarkan keluh kesah mereka. Dari situ juga kamu akan mendapatkan insight tentang kebutuhan pasar dan kekurangan produk kamu secara lebih detail. Anggap saja konsultasi itu merupakan investasi kamu untuk menentukan arah bisnis.

4. Anda Dan Reseller Harus Terus Menambah Ilmu Bisnis

Tidak hanya reseller, kamu juga harus menambah ilmu untuk memajukan bisnis. Kamu bisa mengikuti pelatihan di berbagai tempat baik secara langsung maupun melalui media daring. Pelatihan yang diikuti juga tidak harus berbayar, sesuaikan dengan kebutuhan bisnis kamu.

Dengan menambah ilmu bisnis, kamu bisa menyesuaikan diri dengan keadaan pasar yang berubah-ubah. Kamu juga bisa memberikan pengetahuan kepada reseller-reseller yang belum berkesempatan mengikuti pelatihan.

5. Memberi Reward

Memberi reward untuk reseller yang dapat mencapai target dapat memberikan motivasi bagi mereka untuk meningkatkan penjualan produk kamu. Selain itu, bagi reseller yang mendapatkan reward akan merasa lebih termotivasi karena merasa dihargai.

Beberapa pemilik brand memberikan kebijakan bonus yang menggiurkan untuk reseller yang menghasilkan penjualan di atas angka target. Bonus dapat berupa uang, produk, voucher, atau tiket liburan ke luar negeri dan sebagainya.

6. Materi Pembinaan Reseller Yang Memadai

Untuk memajukan bisnis kamu maupun reseller, berikan materi pembinaan yang selalu uptodate dan sesuai dengan perkembangan situasi bisnis. Jika kamu belum merasa mampu untuk memberikan materi, kamu bisa bekerja sama dengan pihak lain.

Kamu bisa menghubungkan antara pemateri dengan reseller melalui online seperti zoom, google meet, dan yang lainnya.

7. Buat Komunikasi Yang Baik

Cara mengelola reseller terakhir adalah dengan membuat komunikasi yang baik. Untuk kemajuan dan kelancaran bisnis bersama, ciptakan suasana komunikasi yang baik dan efektif. Komunikasi yang baik adalah ketika kedua belah pihak memiliki persepsi yang sama untuk satu tujuan.

Jika kualitas komunikasi buruk maka koordinasi tidak akan berjalan baik. Tentu saja hal ini akan memberikan pengaruh buruk untuk hubungan bisnis kamu dengan reseller. Jadi, usahakan agar selalu menjaga kualitas komunikasi ya.

Beberapa cara untuk memperbaiki kualitas komunikasi adalah dengan memberikan instruksi atau arahan yang jelas, tidak berbelit, dan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti. Selain itu, gunakan kata-kata yang baik dan tidak menyinggung orang lain.

Memiliki reseller dapat memberikan kamu berbagai manfaat untuk bisnis. Selain dapat meningkatkan penjualan, kamu dapat memperluas pasar, mengetahui keadaan lapangan, dan tahu kebutuhan pembeli secara detail dengan memiliki reseller. Namun, untuk itu semua kamu harus mampu mengelola mereka.

Mengelola reseller bukan hal yang mudah, namun kamu tetap bisa melakukannya jika tau caranya. Sebagai contoh, kamu bisa mengikuti cara mengelola reseller di atas dan mengaplikasikannya untuk kemajuan bisnis kamu.

Memiliki reseller yang loyal adalah impian semua pemilik brand atau supply produk. Supplier yang loyal akan memberikan berbagai keuntungan untuk bisnismu. Pasalnya, reseller akan memiliki akses dengan pelangganmu, dan dengan mengelola reseller sama saja dengan mengelola pelangganmu.

Itulah beberapa tips bagaimana cara mengelola reseller yang bisa kamu lakukan. Semoga dengan tips yang kami berikan kamu bisa mengembangkan bisnismu lebih besar lagi. Nantikan artikel selanjutnya dari kami. Cheers!

Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Benar

Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Benar

Pada dasarnya menentukan harga jual ada banyak cara yang bisa kamu lakukan. Lalu apa saja caranya? Dan cara mana yang paling efektif dalam menentukan harga jual produk agar dapat menutup biaya produksi dan harga produk terjangkau untuk pelanggan?

Berikut beberapa metode dalam menentukan harga jual produk atau layanan yang bisa kamu lakukan :

1. Harga Eceran

Mayoritas pengecer membuat keputusan dalam menentukan harga menggunakan strategi aturan praktis atau penggandaan. Yaitu melipat gandakan biaya produk dengan menetapkan margin profit yang tepat.

Tetapi, kebanyakan pebisnis online menetapkan markup produk bisa lebih tinggi atau rendah tergantung sesuai beberapa faktor. Akan lebih mudah jika menetapkan dengan menghitung harga eceran menggunakan rumus.

Sebagai contoh jika kamu menetapkan harga produk di kisaran 25.000 dengan markup 50%, maka cara menghitung harga ecerannya adalah :

Harga eceran = [25.000 : (100 – 50)] x 100
Harga eceran = [25.000 : 50)] x 100 = 50.000

Walaupun ini merupakan sistem markup yang praktis tetapi tidak bisa digunakan untuk jenis produk ritel.

Oleh sebab itu uniknya setiap pengecer, dari beberapa cara menentukan harga pada umumnya yang kami kumpulkan, untuk mempermudah menyederhanakan dalam mengambil keputusan yaitu dengan memperhitungkan atau mempertimbangkan keuntungan dan kerugian masing-masing.

2. Penetapan Harga Keystone

Pada umumnya, menggandakan biaya grosir adalah cara yang ditetapkan para pengecer yang mereka bayarkan untuk setiap produknya. Strategi menetapkan harga keystone yaitu menetapkan suatu harga produk dengan aturan yang praktis.

Kamu mungkin menjual produk dengan harga dasar jika produk yang kamu memiliki kategori barang yang unik, langka, biaya penanganan besar atau produk kamu mempunyai yang perputarannya lambat. Maka penjual dapat menaikan harga eceran untuk produk yang ditentukan dan menggunakan rumus markup yang lebih tinggi.

Dalam menetapkan harga keystone, dapat menyebabkan harga produk terlalu tinggi atau terlalu rendah. Meskipun, jika produk kita mudah ditemukan di berbagai tempat maka akan terlalu sulit dilakukan jika menggunakan penetapan harga keystone.

Ada beberapa kelebihan dan kekurangan menggunakan penetapan harga keystone antara lain:

  • Kelebihan: Memiliki potensi pendapatan margin keuntungan yang besar karena fungsi dari harga keystone sebagai aturan yang praktis yang cepat dan mudah.
  • Kekurangan: Mungkin akan sulit diterima bagi pengecer jika menetapkan harga mark up terlalu tinggi, tergantung pada ketersediaan produk dan permintaan produk tertentu.

3. Harga Eceran Tertinggi Yang Disarankan Oleh Produsen

Merupakan harga yang dianjurkan oleh pabrik untuk dipakai pengecer dalam menjual produk tersebut. Untuk membantu dan mempermudah menstandarisasi harga produk yang berbeda di setiap lokasi maka produsen memulai menggunakan HET.

Meskipun kamu dapat menentukan harga berapapun yang kamu inginkan, perlu diketahui bahwa HET sangat khusus. Jadi seandainya terjadi penyimpangan yang besar dari HET memungkinkan bagi produsen untuk menghentikan kerjasama denganmu, tergantung pada perjanjian mengenai batasan HET. Mayoritas pengecer menggunakan HET untuk produk yang terstandarisasi.

Berikut kelebihan dan kekurangan harga eceran tinggi:

Kelebihan: Saat menetapkan harga produk, pengecer dapat dengan mudah mempersingkat waktu dengan menggunakan HET.

Kekurangan:

  • Mayoritas pengecer menetapkan harga jual yang sama dengan produsen tertentu.
  • Sulit bagi pengecer untuk bersaing harga di pasar.
  • Pengecer perlu mempertimbangkan margin keuntungan, karena produsen tidak memperhitungkan biaya tambahan yang kamu miliki, seperti biaya pengiriman, biaya pemasaran dll.

4. Harga Ganda

Cara menentukan harga jual selanjutnya adalah dengan harga ganda. Harga ganda adalah strategi pengecer dalam menjual lebih dari satu produk dengan satu harga atau satu paket dan dikenal price bundling. Sebagai contoh kamu pasti pernah menjumpai toko yang menjual pakaian dalam, pakaian bayi dan juga bahan makanan.

Sebuah survey menemukan bahwa menjual komputer yang di paket dengan mouse, keyboard dan monitor lebih laku terjual daripada dijual secara terpisah.

Kelebihan dan kekurangan harga ganda

Kelebihan: Kamu bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar jika menjual produk secara terpisah, hal tersebut akan mendorong konsumen membeli produk dengan jumlah yang banyak.

Strategi ini akan menciptakan harga yang dipersepsikan lebih tinggi dengan biaya yang rendah. Misalnya kamu menjual sabun dan pasta gigi seharga 15.000, kamu dapat menjualnya secara terpisah masing-masing seharga 7.500 dan 12.000.

Kekurangan: Keuntungan kamu lebih berkurang jika dibandingkan antara harga paket dan harga satuan produk

5. Penetrasi Harga Dan Harga Diskon

Diskon adalah metode menetapkan harga yang perlu digunakan oleh pengecer di semua sektor. Karena mayoritas pembeli sangat tertarik dengan harga obral, kupon dan potongan harga. Sebuah studi Software Advice menemukan bahwa 97% responden menggunakan strategi ini.

Kamu dapat beberapa keuntungan dari harga diskon yaitu meningkatkan ketertarikan pelanggan ke toko kamu sehingga dapat menjual kembali stok produk lama yang belum terjual.

Metode penetapan harga penetrasi juga cocok untuk merek produk baru. Misalnya pada saat memperkenalkan produk baru dengan harga lebih rendah untuk sementara waktu agar mendapatkan pangsa pasar.

Keuntungan lainnya adalah kesadaran pelanggan terhadap merek produk baru untuk mengenalkan produk dan mendapatkan banyak pelanggan.

Kelebihan dan kekurangan penetrasi harga dan harga diskon:

  • Kelebihan: Penetapan harga diskon sangat efektif berpotensi meningkatkan jumlah ketertarikan pelanggan terhadap produk yang kamu jual.
  • Kekurangan: Dampak jika terlalu sering menetapkan harga diskon dapat menimbulkan psikologis atau persepsi pelanggan terhadap kualitas.

6. Loss-Leading Pricing

Loss-Leading Pricing merupakan sebuah strategi pemberian harga diskon terhadap beberapa produk yang digunakan oleh pengecer untuk menarik pelanggan dan mengarahkan mereka agar membeli produk tambahan.

Mungkin kita pernah mengalami, ketika belanja di minimarket menjumpai produk yang mempunyai diskon kemudian tertarik untuk membelinya, dan akhirnya kita juga membeli produk lainnya.

Sebagai contoh strategi pada toko helm yang memberi diskon untuk harga sebuah helm fullface dengan mempromosikan paket ganteng dengan aksesoris lainnya seperti spoiler, stiker dan kaca flat datar. Strategi yang digunakan penjual adalah menawarkan pelanggan dengan harga bundel, bertujuan menarik pelanggan untuk membeli helm dengan pelengkap aksesoris lainnya dari pada menjual secara terpisah.

Berikut kelebihan dan kekurangan loss-leading pricing

  • Kelebihan: Menarik pelanggan untuk membeli banyak barang dalam satu transaksi, dengan begitu dapat menutupi kerugian dengan keuntungan dari potongan harga produk asli dan meningkatkan penjualan ke semua per pelanggan, strategi ini berpotensi mendapat keuntungan lebih besar bagi pengecer.
  • Kekurangan: Dampak jika penjual terlalu sering menggunakan harga diskon tanpa perhitungan, maka dapat mengakibatkan kerugian, karena penjual memberi diskon pada suatu produk dengan mengorbankan pendapatan tetapi tidak meningkatkan ukuran keranjang.

7. Penetapan Harga Psikologis

Harga psikologis atau psychological pricing adalah strategi penetapan harga yang dapat mempengaruhi psikologis pada seseorang. Pada umumnya, harga psikologis digunakan penjual dengan cara menetapkan angka atau harga ganjil pada produk, seperti. 5, 7 dan 9.

Misalnya, penjual memberi harga pada produknya sebesar Rp29.900, Tanpa disadari seseorang beranggapan bahwa produk tersebut seharga Rp29.000, hal itu disebabkan pelanggan lebih mengarah pada angka-angka awal dan mengabaikan digit terakhir. Padahal jika dibulatkan menjadi Rp30.000.

Penjual lebih banyak menggunakan angka 9 dalam penetapan harga, khususnya produk ritel. Hasil studi dari penelitian MIT dan University of Chicago dengan produk pakaian menemukan bahwa dengan harga 39 dolar lebih laku dibanding dengan harga 34 dolar yang lebih murah.

Berikut kelebihan dan kekurangan penetapan harga psikologis

  • Kelebihan: Harga psikologi memungkinkan penjual mendatangkan pembeli yang perseptif. Penetapan harga yang diakhiri dengan angka ganjil akan terlihat lebih menarik dan dapat memicu banyak pembeli.
  • Kekurangan: Harga produk yang simple dan sederhana terlihat bersih dan transparan. Meskipun harga psikologis terlihat lebih menarik namun penjual menurunkan kepercayaan.

8. Penetapan Harga Kompetitif

Penetapan harga kompetitor merupakan strategi yang mengarah pada harga jual produk pesaing yang dijadikan tolak ukur dalam menetapkan harga agar dibawah mereka. Strategi ini didorong oleh nilai sebuah produk.

Sebagai contoh di suatu segmentasi pasar terdapat dua produk yang memiliki kemiripan satu sama lain dan harga yang jadi pembeda, disitulah kesempatan kamu untuk menentukan harga untuk memenangkan persaingan.

Membandingkan dengan produk pesaing secara head to head tidak mudah terlihat. Strategi ini juga berefek pada berkurangnya margin keuntungan yang didapat. Jika bergantung pada harga kompetitor maka kamu harus bertumpu pada daya tarik dan fokus segmentasi dengan mengorbankan margin keuntungan.

Kelebihan dan kekurangan penetapan harga yang kompetitif

  • Kelebihan: Strategi ini cukup efektif untuk memenangkan persaingan dalam perang harga namun penjual harus bisa bernegosiasi dengan produsen atau pemasok agar biaya lebih rendah.
  • Kekurangan: Harga yang lebih rendah berarti margin keuntungan juga lebih rendah dan strategi ini tidak bisa selalu digunakan jika kamu pengecer kecil. Pelanggan juga tidak selalu membeli produk dengan harga yang rendah.

9. Harga Premium

Cara menghitung harga jual produk selanjutnya adalah dengan harga premium. Harga premium adalah strategi dalam menetapkan harga diatas pesaing dengan membandingkan merek agar terlihat lebih berkelas dan eksklusif dengan kualitas produk yang ditawarkan.

Contoh, penetapan harga jual smartphone dengan merek Realme lebih tinggi namun banyak orang yang membelinya daripada smartphone dengan merek advan yang memiliki harga rendah. Mungkin kita juga pernah mengamati bahwa orang-orang lebih memilih minum kopi di cafe daripada di warung kopi, dengan kata lain mereka bersedia minum kopi dengan harga yang lebih tinggi.

Maka dari itu, sebagai produk kelas atas tentu lebih percaya diri dan fokus pada perbedaan nilai yang diberikan kepada pelanggan. Pelayanan yang tinggi dan pencitraan merek akan memberikan nilai lebih kepada pelanggan agar memandang patut harga yang lebih tinggi.

Kelebihan dan kekurangan harga premium:

  • Kelebihan: Penetapan harga yang lebih tinggi tentu akan membuat pelanggan menilai bahwa produk yang kamu jual lebih berkualitas dan mewah dibanding kompetitor. Hal ini dapat memberikan kesan pada produk kamu.
  • Kekurangan: Strategi ini tidak efektif jika pelanggan lebih labil terhadap harga. Penetapan harga premium tidaklah mudah diterapkan tergantung kondisi fisik toko dan target pelanggan, sebab itu kamu harus memahami target dan mengevaluasi pasar.

10. Anchor Pricing

Anchor pricing adalah strategi dengan meletakan harga produk yang lebih tinggi dengan produk yang memiliki harga lebih rendah agar dijadikan perbandingan untuk mempengaruhi pelanggan. Biasanya penjual memberikan harga diskon dan harga asli secara berdampingan sebagai harga referensi.

Strategi ini juga disebut sebagai harga jangkar, banyak merek dari produsen menggunakan strategi ini agar pelanggan menjadi lebih tertarik dengan produk tingkat menengah. Pada umumnya pelanggan akan mengarah pada harga asli sebagai patokan mereka.

Berikut kelebihan dan kekurangan anchor pricing:

  • Kelebihan: Strategi ini dapat mempengaruhi pelanggan untuk melakukan pembelian, jika harga asli yang kamu berikan lebih tinggi daripada harga jual.
  • Kekurangan: Pelanggan dapat mengecek harga produk sejenis di internet dengan membandingkan harga produk lain, Jika harga jangkar yang kamu cantumkan tidak masuk akal, maka dapat merusak merekmu.
7 Strategi Marketing Untuk Generasi Milenial Yang Efektif

7 Strategi Marketing Untuk Generasi Milenial Yang Efektif

Penyebutan generasi milenial sebenarnya merujuk pada orang-orang yang lahir antara tahun 1980-an hingga 2000-an. Saat ini, banyak anak muda yang memilih menjadi pengusaha dan berkreasi sesuai keinginan, terlebih lagi untuk memilih strategi pemasaran menggunakan media sosial.

Mungkin penggunaan media sosial sebagai ajang promosi dianggap cukup mudah. Namun, kenyataannya masih banyak penjual yang kesulitan dalam mengelola pemasaran dan tokonya masih sepi pembeli. Lantas bagaimana solusinya?

Memasarkan sesuatu tidak hanya bermodal omongan dan produk yang berkualitas. Tetapi, para pemasar harus memiliki kemampuan yang cukup agar produk yang ditawarkan mudah terlihat oleh konsumen, baik di dunia nyata maupun maya.

Siapa Generasi Milenial?

Tidak ada batas waktu yang pasti untuk menentukan awal dan akhir generasi ini. Para ahli biasanya menggunakan awal 1980-an sebagai awal kelahiran generasi milenial. Sedangkan pertengahan tahun 1990-an sampai awal 2000-an sebagai akhir kelahiran generasi ini. Dengan populasi kurang lebih 90 juta jiwa, segmentasi pasar milenial sangat menjanjikan untuk meraup keuntungan.

Selain mendominasi populasi saat ini, generasi milenial juga berada pada umur produktif, dimana rata-rata generasi ini sudah memiliki penghasilan sendiri. Hal ini tentu membuat generasi milenial mempunyai daya beli cukup kuat.

Sejumlah riset mengatakan, sekitar 50% belanja online yang ada di Indonesia dilakukan oleh kelompok milenial. Data ini tentu membuat kita sadar, bahwa sebagai pebisnis kita harus secara serius menarik pasar milenial.

Strategi Pemasaran yang Efektif Bagi Konsumen Milenial

Konsumen milenial cenderung menyukai hal-hal yang instan dan memiliki kualitas bagus. Mereka juga akan lebih terpengaruh jika iklan dari sebuah produk dibuat menarik. Sebagai penjual, strategi marketing apa saja yang paling efektif untuk digunakan?

1. Meningkatkan Citra Brand Perusahaan

Generasi milenial yang identik dengan gaya hidup konsumtif juga diimbangi dengan pemikiran kritis dalam memilih suatu produk. Banyak pertimbangan yang digunakan, salah satunya citra yang dicerminkan dari perusahaan .

Dari hal ini, Anda sebagai penjual harus memahami bagaimana pandangan dari masyarakat terhadap produk sekaligus nilai dari perusahaan Anda. Lakukan penguatan branding atau merek, sehingga apa saja produk yang akan dikeluarkan bisa disukai konsumen.

2. Penentuan Kelompok Sosial Sebagai Target Pasar

Berhasil tidaknya pemasaran juga bergantung dari ketepatan Anda dalam meloihat target konsumen. Anda harus memahami terlebih dahullu bagaimana kualitas dan kuantitas produk hingga jangkauan pasar yang akan menjadi kendali Anda.

Pertama-tama, lakukan survei kebutuhan konsumen terlebih dahulu, sehingga akan muncul beberapa kelompok sosial. Masing-masing dari kelompok tersebut sudah memiliki kriteria sendiri dalam memandang sebuah produk.

Secara umum, kelompok sosial ini terbagi atas kelompok bawah, menengah dan atas. Setelah itu, Anda dapat memilih salah satunya agar lebih fokus dahulu. Target pasar yang sudah dipilih akan menentukan entitas dari produk Anda beserta harga yang akan dipatok.

3. Menghindari Metode Hard Selling

Metode pemasaran terdiri dari berbagai macam, misalnya hardselling hingga sofselling. Metode hardselling sebaiknya perlu dihindari untuk generasi milenial. Sebab, mereka cenderung tidak suka paksaan dan membutuhkan promosi yang bersifat softselling.

Metode hard seliing yang dilakukan secara terang-terangan membuat timbulnya rasa tidak nyaman, terlebih bagi generasi milenial. Para anak muda akan berpikir secara rasional dan memproses sebuah iklan produk untuk diteliti dahulu sebelum membelinya.

Metode hard selling dianggap cukup membosankan karena tidak memperdulikan konsumen secara mendalam. Metode ini hanya berfokus pada penawaran dan informasi seputar keunggulan produk. Sehingga para pelanggan baru pun akan berpikir ulang dan menanyakan kebenarannya.

Hard selling juga memberikan informasi secukupnya saja tanpa ada pembaharuan. Hal ini menimbulkan menurunnya kepercayaan konsumen dan loyalitasnya. Ketika menggunakan metode ini untuk generasi milenial, mereka tidak akan mengenalkan produk Anda ke orang lain.

4. Penggunaan Metode Cashless

Kemajuan digital yang semakin pesat memaksa semua orang untuk mengikuti trend yang ada. Jika sebelumnya alat pembayaran dilakukan secara langsung memakai uang tunai, sejak beberapa tahun terakhir ini pembayaran produk dilakukan dengan metode cashless.

Artinya, transaksi penjualan dan pembelian hanya perlu memakai jaringan internet, smartphone, kartu atm tanpa ada bentuk uang secara fisik. Jika Anda menyediakan pembayaran cashless, bukan tidak mungkin banyak konsumen yang memilih produk Anda di urutan pertama.

Metode cashless sudah mulai diaplikasikan pada semua jenis transaksi karena sangat mudah dan memberikan banyak keuntungan. Anda juga harus memberikan jaminan bahwa transaksi di toko Anda dipastikan aman dan tidak merugikan pembeli.

5. Pemberian Reward

Hadiah atau reward dalam pemasaran dianggap sangat efektif dan mampu meningkatkan omset secara pesat. Reward yang diberikan kepada konsumen bisa diwujudkan dalam berbagai macam, mulai dari cashback langsung, poin, tambahan produk dan sebagainya.

Ketika mendengar kata ‘reward’, secara psikologis, otak seseorang akan merespon dengan cepat dan menimbulkan ketertarikan untuk memiliki. Apalagi bagi para shopaholic milenial yang cenderung menyukai banyak keuntungan saat membeli sebuahproduk atau jasa.

Agar konsumen Anda tidak bosan dengan reward yang diberikan, cobalah membuat variasi yang berbeda-beda di setiap sesi penjualan. Manfaatkan juga waktu-waktu khusus seperti libur hari raya, menjelang natal dan tahun baru, hingga perayaan imlek.

Usahakan untuk menyesuaikan jenis reward berdasarkan tema sesi yang dipilih. Meskipun memberikan hadiah secara cuma-cuma, Anda tetap harus memperhatikan biaya operasional sehingga tidak menimbulkan kerugian yang besar.

6. Jasa Influencer

Media sosial terus berkembang dari hari ke hari. Ada banyak jenis media sosial yang bisa dimanfaatkan sedang lading promosi. Selain itu, jasa endorsement juga banyak diminati oleh penjual karena mampu meningkatkan kepercayaan konsumen.

Anda bisa memakai jasa influencer yang sudah memiliki pengikut cukup banyak dan citra yang baik di media sosial. Promosi bisa dilakukan di instagram, youtube bahkan yang sedang digandrungi saat ini yakni Tik Tok.

Jasa influencer sekelas artis dibanderol dari harga jutaan hingga puluhan juta, bahkan ada juga yang mencapai milyaran rupiah. Jika Anda masih merintis usaha, gunakan influencer lokal yang bisa dijangkau dengan harga 50 ribuan hingga ratusan ribu.

Ketika memakai jasa influencer, pastikan Anda memahami syarat dan ketentuan yang berlaku. Buatlah kesepakatan sejelas mungkin agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di kemudian hari. Sehingga, jika ada yang menyalahi kesepakatan, Anda bisa meminta ganti rugi yang sesuai.

7. Menerapkan Komunikasi Dua Arah

Kesuksesan dalam marketing tidak hanya didapatkan dari satu pihak saja. Namun, diperlukan adanya komunikasi 2 arah antara penjual dan pembeli. Apalagi model jual beli saat ini lebih banyak melalui dunia maya menggunakan platform e-commerce.

Meskipun tidak bertemu secara langsung, Anda tetap bisa membangun komunikasi yang baik. Lakukan live chat secara terus menerus. Anda tidak hanya memposting jualan Anda, tetapi juga bisa meminta pendapat para konsumen.

Contohnya, Anda melemparkan pertanyaan seputar produk, memberikan 2 pilihan sebagai bahan survey hingga saran dan kritik agar kinerja perusahaan bisa diperbaiki dan ditingkatkan. Pada intinya, usahakan komunikasi terjalin dengan baik hingga konsumen merasa bagian dari Anda.

Selain itu, jangan lupa merespon segala sesuatu dari konsumen secepat mungkin dengan bahasa yang sopan santun. Jika ditemui konsumen yang kurang patut dan bersikap tidak semestinya, Anda harus sabar dan melayaninya secara professional.

Flywheel Marketing, Strategi Jitu Melejitkan Omset

Flywheel Marketing, Strategi Jitu Melejitkan Omset

Bagaimana Konsep Flywheel Marketing?

Menurut Jeff Bezos, flywheel yang sukses diterapkan akan menjangkau lebih banyak pelanggan. Semakin banyak pengguna yang menggunakan dan melakukan pembelian di Amazon, maka kesempatan itu akan mendatangkan lebih banyak penjual.

Kamu pun tidak perlu mengeluarkan banyak biaya akuisisi. Ditambah lagi, semakin banyak penjual yang menawarkan beragam produk dengan harga yang juga bervariasi. Keuntungannya bagi pengguna, mereka memiliki lebih banyak pilihan tawaran produk.

Sehingga mereka cenderung akan lebih memilih menggunakan Amazon ketimbang marketplace lainnya. Siklus tersebut akan terus berputar seperti roda, karena itu namanya Flywheel. Di sisi lain Amazon berupaya menekankan biaya akuisisi pelanggan selagi siklus berulang.

Dari penggambaran di atas, bisa ditarik kesimpulan bahwa konsep flywheel marketing yang dibuat Jeff Bezos dapat diartikan sebagai suatu metode dan strategi marketing yang menomorsatukan pengalaman berbelanja yang bisa memberikan kepuasan maksimal.

Perbedaan Flywheel Marketing dan Funnel Marketing

Kalau dilihat dari gambar di bawah ini, kamu bisa menyadari perbedaan antara kedua strategi pemasaran tersebut.

perbedaan flywheel marketing dan funnel marketing
perbedaan flywheel marketing dan funnel marketing

Funnel Marketing

Seperti yang disebutkan pada pembahasan apa itu flywheel marketing di atas, banyak yang menilai bahwa funnel adalah pendahulu dari flywheel. Funnel diakui dan terbukti menjadi kunci kesuksesan marketing dalam bisnis.

Berdasarkan gambar di atas, funnel marketing digambarkan seperti sebuah corong. Sesuai dengan namanya, corong tersebut menggambarkan susunan yang urut mulai dari marketing, lalu berubah menjadi penjualan dan berujung pada mendapatkan pelanggan.

Yang membuat funnel berbeda dari flywheel adalah adanya prioritas konsumen sebagai output. Menurut TrustRadius, itu justru salah satu kekurangan yang membuat funnel marketing tidak sama dengan flywheel marketing.

Dalam funnel, konsumen yang telah melakukan transaksi tidak lagi berperan penting setelah keluar dari funnel. Sedangkan pada flywheel marketing, konsumen adalah input yang mana memegang peranan penting pada pusat strategi marketing.

Flywheel Marketing

Berbeda dengan funnel marketing, siklus pada flywheel marketing bisa dimulai dari titik manapun. Upaya untuk mendapatkan pelanggan atau konsumen umumnya dimulai dengan menerapkan strategi pemasaran.

Baru muncul peluang untuk mendapatkan penjualan. Semakin banyak penjual yang berhasil didapat, itu akan meningkatkan pelayanan sehingga akan mengundang lebih banyak pelanggan. 

Strategi pemasaran diberlakukan kembali pada seluruh pelanggan yang puas menggunakan layanan, serta pada pelanggan baru dan siklus ini terus berulang tanpa henti. Pada flywheel marketing, konsumen bagaikan sumber energi roda market.

Konsumen memiliki peran penting untuk menggerakkan roda pertumbuhan agar bisnis berkembang. Flywheel marketing dapat mencapai tujuan bisnis untuk meningkatkan layanan agar kepuasan pelanggan.

Itulah yang membuat banyak pelaku bisnis menggunakan flywheel marketing ketimbang funnel marketing.

Tetapi disini tidak ada pemenang. Kedua model pemasaran tersebut mempunyai keunikan dan keunggulannya tersendiri. Dari konsepnya saja sudah berbeda, jadi flywheel marketing dan funnel marketing tidak bisa dipukul rata.

Jadi bisa disimpulkan bahwa strategi marketing flywheel jauh lebih efektif untuk menjaga siklus jual beli dibandingkan model funnel marketing.

Lebih Bagus Flywheel Marketing atau Funnel Marketing?

Jika ingin mendapatkan hasil yang lebih optimal, kenapa tidak coba menerapkan flywheel marketing dan funnel marketing pada bisnis yang kamu jalankan? Lihat sendiri jenis apa yang paling cocok dengan bisnismu.

Dengan catatan kamu mempunyai sumber daya dan kapabilitas untuk melakukannya dan yang paling penting jangan lakukan kedua strategi marketing tersebut secara bersamaan.

Pilih salah satu yang paling sesuai dengan tujuan bisnis kamu. Misalnya kamu ingin mendapatkan penjualan sebanyak-banyak, maka funnel marketing adalah pilihan yang perlu diprioritaskan.

Bagaimana jika tujuannya untuk memberikan pelayanan berbelanja terbaik yang mencakup produk dan pelayanan berkualitas, maka kamu pasti sudah tahu jawabannya. Ya, pilihlah flywheel marketing sebagai pilihan utamanya.

Pentingnya Strategi Marketing Omnichannel untuk Sebuah Bisnis

Strategi pemasaran omnichannel adalah sistem yang memungkinkan pembeli menggunakan lebih dari satu saluran penjualan Anda. Lihat penjelasan lengkapnya! Sekarang perilaku bisnis pelanggan telah berubah. Pembeli menjadi lebih perhatian setiap hari, jadi mereka meneliti produk dengan cermat sebelum membelinya. Pembeli meluangkan waktu untuk membaca review produk, review gambar produk bahkan review testimoni dari pembeli sebelumnya.

Pada dasarnya pembeli masa kini tidak mudah puas dan percaya dengan penawaran suatu produk, sehingga mereka melakukan riset yang luas hingga merasa telah menemukan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhannya. Ini berdampak pada ritel, karena kebiasaan pembelian pelanggan yang berbeda mengarah pada strategi bisnis yang berbeda.

Anda dapat melacak pergeseran pembeli ini dengan pendekatan retail omnichannel. Berikut penjelasan lengkap tentang strategi pemasaran omnichannel yang harus dipahami.
 

Apa itu Omnichannel

Omnichannel adalah sistem yang memungkinkan pembeli menggunakan lebih dari satu saluran penjualan Anda. Biasanya saluran yang digabungkan adalah toko fisik, toko online, toko seluler (m-commerce) dan media sosial. Jadi, dengan menggunakan strategi omni-channel, pembeli dapat bergerak lebih leluasa saat menjelajahi toko Anda.

Pembeli melihat gambar produk dengan jelas melalui media sosial seperti Instagram, kemudian menambahkannya ke toko online Anda melalui ponsel mereka dan kemudian, setelah memesan melalui desktop, langkah terakhir adalah mengumpulkan produk dari toko Anda. Strategi multi-saluran ini membuat pengalaman berbelanja lebih efisien dan mudah bagi pembeli.
 

Cara Kerja Omnichannel

Strategi omnichannel berfungsi dengan menghubungkan semua saluran bisnis Anda yang berbeda. Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengumpulkan semua data inventaris dan data pelanggan di satu tempat untuk dikirim ke saluran mana pun sesuai permintaan.

Jika informasi dapat didistribusikan dengan lancar, operasi multi saluran juga dimungkinkan. Dalam hal ini, pelanggan Anda yang melihat produk di website Anda akan melihat semua informasi tentang produk tersebut, termasuk informasi stok, seperti: kuantitas yang tersisa dan di toko mana produk tersebut masih tersedia. Dengan omnichannel, rekanan toko sudah mengetahui produk apa saja yang sedang diobral saat pelanggan masuk ke toko karena sudah melihat tindakan pelanggan sebelumnya.
 

Perbedaan Multichannel dan Omnichannel

Pemasaran omnichannel dan multichannel adalah dua strategi pemasaran yang sangat berbeda, meskipun keduanya berfokus pada penggunaan banyak saluran untuk menjangkau pelanggan potensial. Mari kita lihat perbedaannya berdasarkan pentingnya masing-masing strategi pemasaran. Strategi pemasaran omnichannel mengacu pada kemampuan untuk terlibat dengan prospek di berbagai platform. Saluran dapat berupa iklan cetak, toko ritel, situs web, acara promosi, pengemasan produk, atau dari mulut ke mulut.

Strategi pemasaran omnichannel mengacu pada penjualan multi-saluran yang menawarkan pengalaman belanja terintegrasi kepada pelanggan. Pelanggan dapat berbelanja online dari desktop atau seluler, melalui telepon atau di dalam toko untuk pengalaman yang lancar dan lancar. Faktanya, kedua strategi berinteraksi dengan konsumen melalui saluran yang berbeda ini saling mendekati. Namun dari definisinya Anda bisa melihat perbedaan metode dan platform yang digunakan.
 

Manfaat Strategi Omnichannel

Menerapkan sistem multi saluran menciptakan hubungan simbiosis antara pembeli dan penjual Anda. Omnikana tentunya menjadi salah satu hal yang harus diterapkan di perusahaan Anda. Berikut manfaat strategi pemasaran omnichannel yang harus Anda ketahui.

1. Manfaat bagi pelanggan 

Manfaat terbesar dari multi-channel retail bagi pelanggan Anda adalah kenyamanan berbelanja. Pengeceran omni-channel memudahkan pelanggan untuk membeli berbagai produk. Anda dapat berbelanja kapan saja, di mana saja menggunakan ponsel Anda. Pelanggan juga tidak perlu khawatir menyimpan atau mengingat pembelian mereka sebelumnya, karena semua riwayat aktivitas di dalam toko tercatat di akun mereka.

2. Manfaat bagi bisnis Anda

Ritel omnichannel dapat meningkatkan keuntungan dan retensi pelanggan untuk bisnis Anda. Bayangkan pelanggan Anda masuk ke akun mereka, melihat artikel di situs web Anda, lalu menutup browser. Beberapa jam kemudian, sistem Anda dapat secara otomatis mengirim email dengan produk serupa. Karena orang tersebut sudah tertarik dengan produknya, mereka cenderung mengklik dan membeli.

Langkah untuk Mengembangkan Strategi Pemasaran Omnichannel yang Sukses

Peningkatan saluran pemasaran yang tersedia telah menambah kompleksitas perjalanan pelanggan. Ikuti langkah-langkah berikut untuk membuat strategi pemasaran omnichannel dengan mudah agar pelanggan Anda senang:

1. Prioritaskan Konsumen
Perbedaan utama antara pemasaran multichannel dan omnichannel adalah bahwa omnichannel mengutamakan pelanggan. Langkah pertama menuju kesuksesan omnichannel adalah mengukur perjalanan pelanggan.

Lihatlah setiap titik kontak yang ditemui pembeli sebelum mereka menjadi pelanggan Anda. Apakah titik sentuh ini memberikan pengalaman pelanggan yang konsisten? Jika tidak, Anda perlu mengumpulkan departemen yang diperlukan untuk melakukan perubahan ini. Setiap departemen harus berpusat pada pelanggan dan bekerja untuk memberikan pengalaman pelanggan yang menarik.

2. Kenali Pelanggan Anda
Sangat penting bahwa tim pemasaran memahami pelanggan. Itu berarti mengembangkan pembeli, mengidentifikasi audiens target dan memahami keinginan, kebutuhan, perilaku, demografi, preferensi, dan tujuan mereka.

Dari sana, Anda ingin memanfaatkan data pihak pertama, kedua, dan ketiga yang tersedia untuk menganalisis dan mengidentifikasi preferensi pembeli. Menggunakan alat yang tepat untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menyimpan data ini bisa sangat berguna. Setelah Anda memahami siapa pelanggan Anda, jauh lebih mudah untuk menyampaikan pemasaran yang relevan.

3. Segmentasikan Pengguna Anda

Penting untuk menyegmentasikan audiens Anda berdasarkan poin data dan audiens yang paling penting bagi sasaran bisnis Anda. Anda dapat mengembangkan segmen berdasarkan pembeli, jalur pembelian, status pesanan, dan lainnya. Segmentasi yang tepat membantu perusahaan bisnis menangani pemasaran dan pemasaran ulang secara efektif.

Yuk Kenalan Dengan Ambushing Marketing!

Yuk Kenalan Dengan Ambushing Marketing!

Dalam dunia bisnis, upaya pemasaran membantu sebuah brand atau produk untuk dikenal oleh masyarakat luas. Namun, ketatnya persaingan terkadang menyulitkan proses ini sehingga perusahaan harus mengeluarkan lebih banyak uang untuk bisa unggul dari kompetitor. Dalam hal ini, sebenarnya ada salah satu strategi pemasaran yang minim akan biaya, namun efekif dalam meningkatkan brand awareness. Strategi tersebut dikenal dengan istilah ambushing marketing.

Ambushing marketing adalah strategi pemasaran yang masih jarang digunakan oleh brand atau perusahaan. Padahal, beberapa perusahaan besar di dunia telah menggunakan strategi ini, bahkan di acara-acara besar. Namun, penggunaan strategi pemasaran ini cukup kontroversial dan dinilai tidak etis oleh beberapa pihak. Karena itu, penting untuk mempertimbangkan terlebih dahulu terkait segela resiko yang mungkin terjadi.

Sebenarnya, apa itu ambushing marketing? Artikel berikut ini akan menjawabnya sekaligus menguraikan tentang jenis-jenis, kelebihan, serta kekurangannya.

Pengertian Ambushing Marketing

Berdasarkan laman Wikipedia, Ambushing marketing adalah praktik membajak atau menggunakan campaign milik perusahaan lain untuk ikut mendapatkan sorotan dari perusahaan yang menjadi sponsor resmi. Jadi, perusahaan yang melakukan strategi marketing ini memanfaatkan momen untuk meningkatkan brand awareness-nya tanpa perlu mengeluarkan biaya.

Praktik ambush marketing banyak digunakan di acara-acara besar, seperti perhelatan olahraga. Meski dinilai tidak etis, teknik pemasaran ini terbukti efektif dalam menarik perhatian audiens karena perusahaan atau brand dapat menunjukkan kepribadiannya melalui ide-ide cerdas dan kreatifnya.

Brand bisa menyertakan lelucon halus, gambar visual yang menipu mata, ataupun permainan kata yang ditujukan untuk menanggapi campaign pemasaran yang dibuat oleh sponsor resmi suatu acara. Hal ini memang dinilai cukup nyeleneh, namun pada akhirnya dapat meninggalkan kesan dan menghibur audiens.

Hingga kini, pengertian dari ambush marketing pun tidak bergeser. Penerapannya pun tidak hanya terjadi di acara dengan sponsor resmi, melainkan juga di dunia digital sebagai strategi perang kampanye brand. Hal ini ditujukan untuk memberi kebebasan dan fleksibilitas brand dalam mengekspresikan diri sehingga dapat lebih mudah untuk terhubung dengan audiens dengan tetap memperhatikan brand personality dan brand voice-nya.

Jenis-Jenis Ambush Marketing

Setidaknya, terdapat lima jenis ambush marketing yang sering digunakan oleh perusahaan atau brand ternama di seluruh dunia, yakni meliputi:

1. Predatory Ambushing

Predatory ambushing adalah teknik yang mengacu pada sebuah brand yang secara sengaja menyerang upaya pemasaran brand lain yang menjadi sponsor resmi suatu acara. Jenis ambushing marketing ini merupakan yang paling sering digunakan untuk mendapatkan pangsa pasar dan membingungkan audiens dalam mengidentifikasi sponsor yang sebenarnya.

2. Coat-tail Ambushing

Coat-tail ambushing dilakukan oleh brand dengan menjadikan dirinya sebagai sponsor pihak yang berpartisipasi dalam suatu acara. Namun, brand tidak menjadi sponsor resmi acara tersebut. Misalnya, brand sepatu Adidas mensponsori atlet yang berpartisipasi dalam kompetisi olahraga yang disponsori oleh brand Nike.

3. Guerilla Marketing

Taktik pemasaran ini mendorong perusahaan untuk menggunakan kejutan dan interaksi nonkonvensional guna mempromosikan produk atau layanan mereka. Bentuk strateginya bisa dengan menyusup ke sebuah acara ataupun dengan mencuri tren brand lain.

Guerella marketing sifatnya lebih promosional jika dibandingkan dengan jenis ambushing marketing lain. Di mana taktik ini mengandalkan promosi tatap muka dengan pelanggan untuk disebarkan melalui pemasaran viral atau dari mulut ke mulut sehingga dapat menjangkau audiens yang lebih luas secara gratis.

4. Self Ambushing

Strategi ambushing ini mendorong perusahaan untuk melakukan aktivitas lain di luar yang telah disepakati ketika menjadi sponsor. Misalnya, brand minuman Carslberg yang menjadi sponsor resmi UEFA European Championship 2008, yang membagikan kaos dan headband kepada para atlet. Hal ini sebenarnya tidak tertulis dalam kontrak sponsor yang telah disepakati sebelumnya.

5. Indirect Ambushing

Indirect ambush marketing berbeda dengan empat jenis ambush marketing di atas. Teknik pemasaran ini dilakukan oleh sebuah merek dengan mengasosiasikan dirinya pada suatu acara atau program namun tidak secara langsung.

Contohnya, melalui pembuatan kiasan dengan menggunakan gambar, simbol, dan hal lain yang serupa, atau dengan menyiapkan kehadiran promosi di sekitar acara tanpa membuat referensi khusus untuk acara tersebut.

Indirect ambush marketing juga dapat dilakukan dengan menggunakan atribut sesuai dengan tema acara yang bersangkutan. Hal ini ditujukan untuk mendapat lebih banyak eksposur dan mempublikasikan produk mereka tanpa bermaksud menyerang atau mencuri sorotan dari pesaing.

Kelebihan Ambushing Marketing

Layaknya strategi pemasaran lain, ambush marketing juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Pada bagian ini, kelebihan dari penerapan ambush marketing adalah:

  • Lebih minim biaya
  • Dapat meningkatkan brand equity
  • Tergolong sebagai pendekatan bisnis yang kreatif.
  • Brand atau perusahaan mendapat kebebasan dan fleksibilitas dalam membuat strategi pemasaran.
  • Membawa persaingan bisnis yang lebih tinggi, baik dari segi teknik pemasaran maupun harga.
  • Menghasilkan tanggapan langsung ketika terjadi perang kampanye brand.
  • Perusahaan dapat berimprovisasi dan keluar dari skrip, gaya, dan perencanaan di awal yang sebelumnya telah ditentukan.

Kekurangan Ambushing Marketing

Kemudian, untuk kekurangan dari ambush marketing adalah:

  • Bergantung pada waktu dan ruang
  • Berkemungkinan besar akan melanggar hak sponsor dan mitra resmi dari suatu acara
  • Membutuhkan respon cepat dan perencanaan terperinci
  • Sulit untuk menghitung ROI

Meski terlihat kurang etis, ambush marketing sebenarnya dianggap sebagai strategi pemasaran yang sah. Terlebih karena efektivitasnya yang baik dalam meningkatkan brand awareness dan memenangkan persaingan dengan kompetitor.

Metode pemasaran ini pun terus berkembang dan mencipatakan berbagai jenis baru seiring berjalannya waktu. Karena itu, Anda bisa mempertimbangkan untuk menggunakannya bagi bisnis Anda.

Marketing Property dan Tips Sukses Menjalaninya

Marketing Property dan Tips Sukses Menjalaninya

Di tengah ketatnya persaingan bisnis property, saat ini profesi tersebut tetap diminati oleh banyak orang. Bisnis ini tidak memerlukan biaya modal yang besar, siapa saja bisa menjadi seorang marketing property yang berhasil. Untuk itu, jangan heran jika banyak orang yang berlomba-lomba dalam membeli property dan dijadikan sebagai salah satu aset ataupun instrumen investasi masa depannya.

Namun untuk menjadi seorang marketing property yang sukses, Anda harus mempunyai strategi yang tepat untuk memulainya. Hal ini dikarenakan bisnis property terus berkembang dan nilainya sudah terus mengalami peningkatan di seluruh dunia.

Selain itu, semakin berkembangnya bisnis property, banyak para developer yang berlomba-lomba dalam membuat property dengan cara menawarkan lokasi yang strategis dan mempunyai fasilitas lengkap untuk bisa dipromosikan.

10 Menjadi Seorang Marketing Property yang Sukses

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, untuk menjadi seorang marketing property yang sukses, Anda harus bisa memiliki metode dan strategi yang tepat. Nah, berikut ini adalah beberapa tips untuk menjadi seorang marketing property yang sukses.

1. Meningkatkan Pengetahuan

Sebelum memulai bisnis sebagai marketing property, disarankan untuk mengetahui terlebih dulu terkait apa saja yang terdapat di dalam dunia bisnis property, bagaimana strategi bisnis yang tepat untuk bisa diaplikasikan, dan berbagai hal yang harus dilakukan untuk memulai bisnis property.

Jika Anda sudah mempunyai pengetahuan tentang bisnis yang ingin Anda jalankan, maka hal tersebut akan memudahkan Anda untuk memulai dan memahami apa saja yang ingin Anda terapkan dalam bisnis yang akan Anda jalankan. Selain itu, Anda juga sudah mempunyai cara dalam mengembangkan bisnis tersebut di kemudian hari.

2. Memanfaatkan Event

Anda pun bisa memanfaatkan berbagai event sebagai media promosi bisnis marketing property. Anda juga bisa menginformasikan produk yang ingin Anda tawarkan pada pelanggan Anda, sehingga calon pembeli akan mendatangi dan tertarik dengan produk yang akan Anda pasarkan. Buatlah suatu desain event semenarik mungkin agar event Anda ataupun stand Anda bisa terlihat lebih menarik.

3. Membuat Sebuah Website

Agar marketing property Anda bisa semakin luas dan dikenal oleh banyak orang, Anda bisa membuat suatu website terkait bisnis marketing property. Website tersebut akan menjadi nilai jual yang paling utama dalam bisnis property Anda.

Dengan adanya website, maka hal tersebut akan menjadi suatu modal utama untuk membuat setiap calon pelanggan percaya pada bisnis marketing property Anda. Hal tersebut juga akan sangat memberikan dampak yang baik pada bisnis Anda.

Selain itu, Anda juga bisa menerbitkan beberapa artikel yang berkaitan dengan bisnis marketing property Anda, sehingga akan membuat setiap pengunjung website mengetahui bisnis marketing property dan menarik hati mereka pada isi yang ada di dalam website Anda.

4. Mempelajari SEO

Berdasarkan laman Techtarget, Search Engine Optimization atau SEO adalah suatu strategi ataupun serangkaian teknik untuk menempatkan website ataupun blog Anda di halam utama atau mempunyai barisan paling atas dalam suatu mesin pencarian.

Semakin banyak masyarakat yang tertarik pada website Anda, maka akan semakin banyak juga masyarakat yang ingin mengunjungi website Anda. hal tersebut juga akan membuat website Anda berada pada barisan paling atas di dalam mesin pencarian.

Sehingga, tingkat konversi dari property yang Anda tawarkan akan semakin banyak dikenal dan meningkatkan penjualan Anda.

5. Melakukan Promosi

Dengan semakin berkembangnya teknologi informasi, sudah banyak orang yang mengetahui metode dan strategi pemasaran produk yang ingin Anda promosikan.

Lewat internet, Anda bisa mencari berbagai hal yang Anda inginkan dan ingin Anda beli. Jika bisnis Anda sudah memiliki website dan sudah dikenal oleh banyak orang, maka Anda bisa menawarkan berbagai produk property Anda di website yang sebelumnya sudah Anda buat.

Jika ada pelanggan yang ingin melihat produk property yang Anda jual, Anda bisa menampilkan foto property di dalam website agar konsumen semakin percaya pada produk marketing Anda. Sehingga akan membuat mereka tertarik dan menginginkan produk Anda.

6. Gunakan Email Marketing

Anda bisa menggunakan email sebagai media lain dalam mempromosikan produk property Anda. Dengan adanya cara ini, maka Anda bisa mendekatkan diri secara personal dengan pelanggan Anda, sehingga mereka akan merasa lebih puas akan layanan yang Anda berikan.

Selain itu, Anda bisa menghemat lebih banyak biaya, sehingga akan menekan pengeluaran biaya. Namun sebelum menggunakan email marketing, Anda harus terlebih dahulu mengetahui email calon pelanggan Anda.

Untuk mengetahuinya, Anda bisa membuat suatu form buku tamu visitor pada website Anda agar konsumen bisa mengisi data diri dan juga emailnya.

7. Menguasai Teknik Negosiasi

Negosiasi adalah suatu hal yang lumrah terjadi dalam dunia bisnis. Tujuan dilakukannya negosiasi adalah demi mendapatkan suatu kesepakatan terbaik antar setiap pihak yang melakukan kegiatan jual beli. Sehingga, tidak ada pihak yang merasa dirugikan dalam kegiatan jual beli tersebut.

8. Membuat Para Konsumen Merasa Butuh

Tentu setiap orang memerlukan rumah, namun kendala yang sering dihadapi adalah membuat bagaimana caranya agar calon pembeli rumah merasa butuh dan membeli rumah tersebut.

Di dalam dunia bisnis, saat Anda menjadi seorang marketing property, maka Anda harus mempunyai keahlian dalam menarik pelanggan, untuk itu menjadi seorang yang mempunyai bisnis marketing harus bisa memikat calon pelanggan dan membuat mereka mau membeli rumah yang Anda tawarkan.

9. Membuat Iklan

Bila bisnis Anda ingin dikenal oleh banyak orang, amak Anda bisa membuat suatu iklan, baik itu iklan offline, maupun iklan online di internet.

10. Sabar dan Tekun

Kedua hal tersebut memang bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan dalam menjalankan bisnis property.

Tapi jika Anda ingin dan memang sudah memulai bisnis ini, maka Anda harus mempunyai tingkat kesabaran serta ketekunan yang kuat dalam menjalankannya.

Jika Anda sabar dalam menjalankannya, maka semuanya akan terbayar oleh jerih payah yang telah Anda lakukan dalam membangun bisnis tersebut.

Jatuh bangun dalam membangun suatu bisnis adalah hal yang sangat lumrah. Tapi ketekunan dan juga kesabaran adalah hal yang tidak dimiliki oleh semua pebisnis.

Untuk itu, cobalah untuk tetap bertahan dan berikanlah semua kemampuan Anda untuk memulai serta menjadikan bisnis yang Anda miliki menjadi suatu bisnis yang sukses di masa depan.

10 Tips Psikologi dalam Dunia Marketing

10 Tips Psikologi dalam Dunia Marketing

Pengertian Psikologi Marketing

Psikologi merupakan ilmu yang mempelajari mengenai kejiwaan seseorang yang bisa diatasi secara perlahan maupun secara langsung. Dalam artian bahwasanya para psikolog ini bisa membantu seseorang dalam menangani kestabilan emosinya, begitupun juga dalam penjualan sebuah produk atau dikenal dengan istilah psikologi marketing.

Marketing yang dikenal oleh masyarakat adalah seseorang yang hanya menjelaskan terlebih dahulu mengenai produknya. Setelah itu calon customer nantinya akan dicobakan secara percuma dengan produk yang ditawarkan. Selanjutnya memberikan penawaran harga produk tersebut.

Sama seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwasanya psikologi merupakan ilmu kejiwaan yang berdampak pada emosional seseorang. Sedangkan marketing merupakan suatu profesi yang bertugas untuk memasarkan suatu produk. Di mana seorang marketing nantinya akan mengenalkan berbagai produk kepada masyarakat yang dijadikan sebagai calon customer nantinya.

Sehingga psikologi marketing merupakan ilmu yang memberikan pemahaman mengenai persoalan motif yang mempengaruhi emosi pembelian sebuah broduk atau jasa. Bukan hanya mempengaruhi emosi saja dan juga tindakan pasar dalam memberikan pandangan terhadap suatu produk. Di mana produk tersebut merupakan barang atau pun jasa yang ditawarkan oleh para pebisnis.

Tips Untuk Bisnis Yang Lebih Baik Khususnya Bagi Psikologi Marketing

Dalam pemasaran produk juga diperlukan berbagai strategi yang bisa dilakukan untuk melakukan pemasaran tersebut sehingga berjalan dengan lancar. Selain itu, berbagai tips juga diperlukan sebelum melakukan pemasaran produk. Sehingga pemaparan berikut ini mengenai tips untuk bisnis yang lebih baik khususnya bagi psikologi marketing.

1. Bantu Calon Customer

Tips pertama yang harus dilakukan oleh psikologi marketing adalah membantu calon customer. Dengan tujuan agar customer tersebut bisa terhindar dari soal uji coba yang biasa ditawarkan oleh penjual. Namun hal tersebut bisa dihindari dengan menggunakan kata-kata yang lebih lembut sehingga customer tertarik. Seperti “produk kami tidak memberikan pembayaran untuk bulan pertama”.

2. Berikan Hierarki Label

Dalam pemberian hierarki label, para psikolog marketing sebaiknya memberikan keistimewaan kepada customernya. Karena keistimewaan tersebut bisa memberikan peluang agar seorang customer tersebut bisa menjadi pelanggan tetap produk yang ditawarkan. Selain itu, customer tetap juga akan merekomendasikan produk yang ditawarkan kepada kerabatnya melalui mulut ke mulut.

3. Memahami Jenis Pembeli

Pembeli memiliki 3 jenis yaitu tightwads, spendthrifts, dan juga average spender. Cara penjualan ketiga jenis pembeli itu hampir mirip meskipun ada yang masuk dalam level mudah dan juga susah. Jenis pembeli yang termasuk mudah dalam penjualannya adalah spendthrifts yang hanya berfokus dalam meyakinkan pembeli. Sedangkan kedua jenis lainnya sangat susah karena memerlukan waktu yang banyak.

4. Bangun Urgensi

Dalam membangun sebuah urgensi sebaiknya menggunakan kata-kata yang tidak bersifat klise. Kegunakan kata-kata yang bisa memperlihatkan keunggulan suatu produk yang ditawarkan oleh marketing. Sehingga setelah memberikan informasi mengenai produk yang ditawarkan usahakan berikan petunjuk pemakaiannya agar optimal. Oleh karena itu, customer tidak salah lagi dalam tata cara pemakaiannya.

5. Tunjukkan Tujuan Sebenarnya Dari Perusahaan

Tidak semua perusahaan memiliki tujuan yang berbeda seperti salah satu tujuannya untuk memberikan bantuan terhadap penderita kanker. Sehingga bisa dikatakan bahwa tujuan sebenarnya dari perusahaan adalah didirikan untuk sesuatu. Oleh karena itu, tips ini bisa membantu dan dianggap lebih efektif dalam peningkatan konversi.

6. Menggunakan Teknik Devils’s Advocate

Biasanya para customer memiliki anggapan tersendiri bahwasanya penawaran produk tersebut sangat membosankan karena akhirnya sudah tertebak. Dalam artian bahwa, penawaran suatu produk pasti berakhir dengan penjualan. Namun, untuk menghindari hal tersebut maka marketing bisa memberikan studi kasus yang relavan dan aktual.

7. Memberikan Kejutan Kepada Customer

Kejutan merupakan hal yang sangat diharapkan dan disukai oleh para customer. Namun pemeberian kejutan ini sebaiknya dalam bentuk hal baik yang luar biasa. Dalam artian kejutan tersebut bisa menjadikan sebagai pertimbangan seorang pembeli. Pertimbangan untuk menggunkan jasa atau produk yang di tawarkan sekaligus sudah meyakini produk tersebut.

8. Gunakan Internet Marketing

Psikologi marketing juga bisa menggunakan internet sebagai tips untuk bisnis yang lebih baik. Karena internet ini merupakan teknologi yang sangat canggih dalam penjaringan calon konsumen tanpa harus bertemu langsung. Caranya adalah cukup dengan menampilkan produk dan pastikan produk tersebut sesuai dengan yang dibutuhkan oleh konsumen.

9. Analisis Kompetitor

Melihat dengan banyaknya persaingan di dalam dunia bisnis, maka para marketing harus mendalami konsep. Di mana konsep tersebut akan digunakan nantinya oleh kompetitor untuk menjadi modal utama dalam mempertahan bisnis yang dijalankan. Selain itu, kelebihan dan kelemahan dari kompetitor juga harus diketahui terlebih dahulu.

10. Pilih Lokasi Yang Strategis

Tips terakhir adalah memilih lokasi yang startegis untuk produk yang ditawarkan. Tempat di sini harus dikondisikan dengan produk yang ingin ditawarkan. Sehingga peluang bisnis yang sedang dijalankan bisa mendapatkan keuntungan yang banyak. selain itu, tempat yang dipiih harus lebih mudah diakses oleh banyak pelanggan dalam artian tempat tersebut lebih terbuka.

Melihat dari pengertian dan tips untuk bisnis yang lebih baik yang telah dipaparkan bisa diaplikasikan. Salah satu tips yang sangat bagus direalisasikan adalah memberikan kejutan kepada customer. Sehingga customer bisa mempertimbangkan dalam membeli produk yang ditawarkan karena sudah mendapatkan berbagai keuntungan dari kejutan tersebut.

7 Tips Membangun Bisnis Event Organizer yang Berhasil

7 Tips Membangun Bisnis Event Organizer yang Berhasil

Bisnis event organizer (EO) merupakan peluang usaha yang menguntungkan. Apalagi di jaman ini, ketika desain pesta dikenal meriah dan megah. Sehingga kebutuhan akan penyedia layanan EO sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

Akan tetapi, untuk membuka bisnis EO ini tidak semudah membalikkan telapak tangan. Dibutuhkan tips-tips tertentu, agar usaha bisa berjalan dengan baik. Ini dia tips yang dimaksud:

1. Tambah Pengalaman dengan Bekerja pada Bisnis Event Organizer terlebih Dahulu

Tips yang pertama ialah, pebisnis harus belajar dan mencari pengalaman dengan bekerja pada bisnis event organizer lain terlebih dahulu. Jika sudah mengetahui ilmunya, baru membuka Anda bisa membuka bisnis event organizer secara mandiri.

Artinya, untuk membuka bisnis ini, Anda harus memiliki pengalaman kerja yang mumpuni. Karena kegiatan yang akan digarap sangat banyak, tentu tanpa pengalaman, bisnis tidak akan berjalan. Maka dari itu, belajar terlebih dahulu baru jalankan usaha.

2. Bentuk Tim Yang Kompak

Membuat event organizer atau EO memang terbilang sulit karena bidang usaha yang harus dikerjakan cukup banyak orang. Maka dari itu, untuk membangun bisnis ini, dibutuhkan tim yang bisa bekerja sama dengan baik. Kekompakan inilah yang nantinya biisa menghasilkan satu desain layanan EO yang memuaskan pelanggan.

Akan tetapi, pastikan tidak asal memilih rekan untuk menjalankan bisnis. Tetapi memang memiliki keahlian sesuai bidangnya masing-masing. Maka dari itu, pastikan dalam perekrutan, ada training yang harus dilakukan. Baru jika lulus, terjunkan mereka pada bisnis EO.

Jika kualifikasi tim sudah seperti ini, pebisnis tinggal memanajemen sesuai misi yang dicanangkan. Di antaranya ialah melakukan briefing, pengawasan, serta evaluasi siapa tahu ada masalah dengan tim yang sedang bekerja.

3. Lakukan Promosi Secara Intensif

Jika bisnis sudah berjalan, apalagi sudah mendapatkan pelanggan sekalipun hanya 1-2 orang, maka ini bisa dijadikan ajang promosi yang bagus. Caranya dengan memasang nama EO di lokasi pesta pernikahan, ulang tahun dan lain sebagainya. Pastikan, tamu yang hadir membaca tulisan tersebut.

Jika pelayanan bagus, tentu tamu akan melihat nama yang terpampang di depan dengan serius. Bukan tidak mungkin, mereka akan menghubungi Anda untuk menjadi pelanggan berikutnya.

Promosi intensif selanjutnya ialah dengan menggunakan media. Baik dengan cara meletakkan nama di surat undangan, pasang review di website atau dengan memasang pamflet di pinggir jalan. Anda juga bisa memasang  iklang melalui facebook ads atau google ads. Tujuan promo ini ialah untuk mengenalkan bisnis kepada khalayak ramai melalui dunia maya dan membangun branding.

4. Menyediakan Modal Bisnis yang Cukup

Tips yang keempat adalah menyediakan modal bisnis yang cukup. Tidak dimungkiri, semua pembiayaan pesta ditanggung penyedia jasa EO. Sedangkan pelanggan akan merampungkan pembayaran ketika acara sudah selesai.

Oleh karena itu, untuk memulai Bisnis event organizer, pengusaha harus memiliki modal awal pembiayaan. Baik biaya untuk gedung, sound system, konsumsi dan kebutuhan yang lainnya.

5. Tidak Berhenti Berkreasi

Even organizer adalah pekerjaan kreatif. Maka dari itu, desain kegiatan harus selalu di-update agar pelanggan lebih tertarik. Namun, jika kreativitas hilang, desain juga monoton, tentu pelanggan akan berpindah ke jasa EO yang lain.

Tentu ini kerugian yang besar, apalagi ketika perkembangan bisnis sudah bagus dan harus menurun hanya karena kurangnya kreativitas yang dilakukan pada bisnis Anda. Anda bisa menggunakan influencer dari EO sekelas internasional agar Anda mendapatkan ide yang lebih segar.

6. Lakukan Evaluasi Dengan Baik

Tidak ada bisnis yang lancar dari awal berdiri hingga akhir, termasuk bisnis EO. Maka dari itu, diperlukan evaluasi untuk melihat akar masalah sekaligus memotivasi agar tidak terjadi di kegiatan selanjutnya.

Jika evaluasi ini dilakukan secara berkala, tentu bisnis  yang dijalankan akan sukses. Karena sekali berkegiatan, pelanggan akan puas atas layanan yang minim kesalahan.

7. Update Informasi Seputar EO

Tips yang ke delapan ialah semua tim tidak boleh buta informasi. Pastikan mereka selalu update tentang desain EO terbaru. Jika ini tidak dilakukan, tentu desain kegiatan yang dipersembahkan kuno dan tradisional.

Sedangkan, jika terus update informasi, tim bisa menyesuaikan layanan dengan permintaan pelanggan. Bahkan, promotor bisa menyodorkan banyak pilihan desain kontemporer kepada calon pengundang.

Kesimpulan

Membangun sebuah event organizer memang bukan sesuatu yang mudah, namun dengan mengikuti tips diatas Anda bisa membentuk sebuah EO yang lebih baik.

3 Strategi Branding Bisnis Kopi untuk Memperkuat Eksistensi

3 Strategi Branding Bisnis Kopi untuk Memperkuat Eksistensi

Dalam berbisnis kopi, salah satu yang perlu untuk menjadi perhatian adalah ciri khas. Ini akan menjadi faktor pembeda, yang akan memudahkan konsumen untuk mengenali bisnis kamu.

Masalah ciri khas ini juga akan erat kaitannya dengan masalah branding. Sehingga, ketika ingin memperbesar bisnis maka memikirkan branding bisnis kopi yang tepat merupakan hal yang perlu dilakukan.

Tidak hanya masalah merk, branding juga akan berhubungan dengan masalah desain logo, font yang digunakan, konsep tempat, dan lainnya. Nantinya branding ini akan menjadi hal yang selalu konsumen ingat dan akan menjadi ciri dari bisnis kamu.

Menentukan Strategi Branding Bisnis Kopi

Dalam hal pengembangan bisnis, maka penguatan brand pun menjadi hal yang perlu untuk dilakukan. Hal ini karena dengan brand yang semakin kuat maka skala bisnis pun akan semakin besar.

Tentu saja untuk memperkuat branding diperlukan beberapa hal yang spesifik. Ada banyak strategi dan cara yang bisa dilakukan untuk melakukan penguatan branding ini.

Beberapa hal tersebut di antaranya adalah:

1. Menentukan Target Bisnis

Dalam pengembangan pasti akan ada target baru yang ingin dicapai. Bisa untuk memperlebar jangkauan usaha, memperbanyak konsumen, merubah segmentasi pasar, atau yang lainnya. Strategi untuk menguatkan branding akan dimulai dari sini.

Misal, jika tujuannya adalah untuk memperkenalkan bisnis yang sudah ada di tempat baru maka strategi branding yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan event di tempat itu.

Atau, jika target pengembangan bisnis kamu adalah menyediakan lebih banyak varian. Maka branding yang dibuat bisa dengan cara melakukan media promo.

2. Menentukan Karakteristik dari Branding Bisnis Kopi

Hal lain yang juga perlu dipikirkan adalah karakter dari brand tersebut.

Biasanya, penentuan karakter ini akan berpengaruh jika target pengembangannya adalah konsumen langsung. Mungkin kamu tidak asing jika melihat brand yang sangat identik dengan kota tertentu, atau dengan tokoh tertentu.

Itulah merupakan salah satu contoh pembentukan karakter dari brand. Sebagai contoh, jika usaha kopi kamu ingin menyasar lebih banyak anak muda. Maka, buatlah penguatan brand dengan sesuatu yang sedang digemari anak muda pada saat itu.

Hal yang perlu diperhatikan juga adalah penguatan karakter ini bisa membuat konsumen semakin suka. Namun, di saat yang bersamaan mereka yang tidak menyukai pun akan muncul. Ini merupakan hal yang biasa dalam penguatan sebuah karakter.

3. Menentukan Konten Branding Bisnis Kopi

Masalah brand maka tidak akan lepas dari hal seperti nama merk, logo, simbol, font, atau hal semacamnya. Hal-hal ini akan penting karena inilah yang akan pertama kali terasa oleh konsumen. Misal untuk pemilihan logo ataupun font.

Bagaimana memilih hal tersebut yang nantinya akan menimbulkan kesan baik pada konsumen. Sebagai contoh, jika kamu sembarangan dalam memilih font, maka akan ada kemungkinan hal tersebut berakibat tulisan yang menjadi sulit terbaca.

Dalam pengembangan bisnis, tentu ini merupakan hal yang buruk bagi branding bisnis kopi kamu. Pemilihan konten branding juga biasanya akan erat kaitannya dengan karakter dari brand itu sendiri.

Beberapa waktu belakangan ini, mulai banyak brand kopi yang muncul dengan menggunakan perpaduan Bahasa Indonesia yang unik. Hal ini tentu tidak lepas dari target pasar mereka.

Untuk membuat konten brand yang baik juga biasanya diperlukan riset yang cukup baik. Riset ini akan menghasilkan konten seperti apa yang baik dan banyak peminatnya.


Membangun Brand Awareness

Setelah menentukan strategi branding yang akan digunakan, maka hal lain yang juga tidak kalah penting adalah bagaimana membuat brand tersebut bisa menempel pada konsumen.

Biasa disebut dengan brand awareness, ini merupakan tahapan penting lainnya dalam masalah pengembangan bisnis. Dengan brand awareness yang baik, maka akan semakin banyak orang yang mengenal bisnis kamu. Kunci utama dari brand awareness adalah menemukan pembeda.

Tentu kamu harus membuat bisnis milikmu berbeda dengan bisnis lain yang sejenis. Kita orang menemukan perbedaan tersebut, dan perbedaan tersebut positif maka brand bisnis kamu akan lebih mudah untuk diingat.

Beberapa cara lain untuk meningkatkan brand awareness adalah:

1. Menentukan Konsep yang Unik

Entah dari segi pemilihan tempat, penataan dekorasi, tampilan visual, atau yang lainnya. Semakin tidak biasa maka mungkin akan semakin baik.

Di beberapa tempat misalnya, muncul tempat ngopi dengan nuansa ala Eropa atau bahkan dengan nuansa tempo dulu. Beberapa tempat lain menawarkan view yang unik seperti pemandangan langsung ke gunung.

Konsep yang unik ini tentu akan membuat bisnis kamu berbeda dari yang lain.

Untuk menciptakan hal yang unik ini juga tidak harus selalu tentang tampilan visual. Kamu bisa menciptakan hal unik pada sisi yang lain. Misalnya, pada sisi pelayanan atau bahkan pada sisi resep kopi yang kamu hidangkan.

2. Partnering

Salah satu cara untuk mengembangkan bisnis adalah dengan membuka kerja sama. Apalagi jika kerja sama ini terjadi antara dua bisnis yang sudah saling berjalan. Selain bisa memperbesar bisnis, ini juga akan menciptakan awareness tersendiri.

Ini juga akan menjadi salah satu cara untuk memperkuat branding bisnis kopi kamu. Akhir-akhir ini, konsep partnering ini lebih sering terdengar dengan istilah kolaborasi (collaboration).

Bentuk partnering kini juga semakin bermacam-macam. Kamu yang punya bisnis kopi bisa bekerja sama dengan orang yang punya bisnis makanan ringan misalnya. Atau juga bisnis kopi yang berkolaborasi dengan penjual merchandise.

Hal-hal tersebut merupakan salah satu bentuk kolaborasi atau partnering yang layak untuk dicoba.

3. Konten di Sosial Media

Tidak bisa dipungkiri lagi jika sosial media memiliki peranan yang penting saat ini. Banyak orang yang  tahu tentang tempat baru dari sosial media. Ini juga yang perlu untuk kamu manfaatkan.

Menciptakan konten menarik di sosial media, maka akan membantu penguatan branding bisnis kopi kamu. Dari mulai berbagi tips membuat kopi, bercerita tentang kopi, ataupun bentuk konten lainnya. Membuat konten di sosial media juga bisa meningkatkan engagement antara bisnis kamu dengan konsumen secara langsung.

Pemanfaatan sosial media juga bisa menjadi salah satu senjata untuk menyebarkan banyak hal tentang bisnis kamu. Sosial media memang memiliki jangkauan yang luar biasa, sehingga bisa saja bisnis kamu menjadi lebih besar dengan penggunaan sosial media yang baik.


Mengapa Branding Penting?

Tentu kamu tidak mau ada orang yang salah mengira tentang bisnis kamu. Di sinilah peran branding itu menjadi penting.

Dengan branding yang kuat maka orang akan dengan mudah kenal seperti apa bisnis kamu. Dalam pengembagan bisnis, branding juga menjadi penting untuk menyasar banyak hal baru.

Misal, jika target pengembangan bisnis kamu adalah penambahan konsumen, maka kamu tidak perlu repot menjelaskan kepada calon konsumen produk apa yang kamu jual, jika branding kamu sudah bagus. Selain itu, kekuatan branding juga bisa menjadi faktor penentu pilihan orang lain. Banyak orang yang memilih berdasarkan apa yang paling mereka ingat. Sehingga jika branding kamu sudah sangat melekat, kemungkinan nama bisnis kamu menjadi top of mind untuk banyak orang menjadi tinggi.